RAPBD Tebo 2019 Terancam Ditolak!

INDONESIASATU.CO.ID:RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Tebo Tahun 2019 terancam ditolak oleh sejumlah anggota dewan lintas fraksi di DPRD Tebo. Potensi penolakan tersebut mengemuka dalam pertemuan (hearing) dengar pendapat melibatkan enam fraksi DPRD Tebo awal bulan ini. Dalam hearing tersebut, sejumlah anggota dewan menduga telah terjadi praktik kecurangan antara pihak eksekutif dengan Partai Golkar. Setelah mengadakan haering yang berjalan seru tersbeut, keenam fraksi sepakat untuk menolak RAPBD 2019. Samsurizal wakil ketua DPRD tebo dari Partai Demokrat menegaskan bahwa 23 anggota sepakat untuk menolak RAPBD tersebut lantaran diduga ada kecurangan yang dilakukan oleh partai Golkar. "23 anggota dewan dari 6 fraksi sudah sepakat untuk menolak RAPBD 2019,bahkan akan membatalkan dan menolak jadwal Bamus (badan musyawarah, red) untuk membahas kelanjutan RAPBD 2019 kalau tidak segera dilakukan perubahan," katanya. Lebih lanjut idia mencontohkan anggaran di OPD PUPR yang diduga diperuntukan untuk partai Golkar yakni,kecamatan Tebo Ilir, Tengah Ilir dan Kecamatan Muaro Tabir senilai 16 miliar rupiah. Sementara untuk Kecamatan Tebo Ulu, VII Koto dan Kecamatan Serai Serumpun 23 miliar rupiah, sedangkan untuk Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ilir dan Kecamatan Rimbo Ulu mendapatkan 59 miliar rupiah Wartono wakil ketua DPRD tebo dari partai PDIP menambahkan bahwa dalam RAPBD 2019 ini tidak mencerminkan keadilan dan tidak mencerminkan pemerataan. Oleh sebab itu 23 anggota dewan ini yang juga merupakan anggota banggar sepakat akan menyurati Bupati Tebo untuk menunda jadwal Bamus untuk kelanjutan pembahasan RAPBD 2019 sebelum ada perubahan dan pemerataan.(erwin)
  • Whatsapp

Index Berita