Proyek BWSDA Sumatera VI Provinsi Jambi Disinyalir Jadi Ajang KKN

INDONESIASATU.CO.ID:

Sungai Penuh, Sudah Puluhan Miliyar, dana Negara (APBN) Yang Digelontorkan Pada  Pekerjaan Pembangunan intake dan jaringan Pipa Transmisi air    Air baku Batang Merao Sungai Penuh Lokasi  Desa Simpang Tiga Rawang Kecamatan Hamparan Rawang  Kota Sungai Penuh-Prov. Jambi Akan Tetapi Pekerjaan Tidak Kunjung Rampung juga, Ironinya Untuk Pembangunannya Tetap Saja  diangarkan Pada setiap Tahunnya Oleh Balai Wilayah  (BWSDA) Sumatera VI Prov.Jambi.

Pekerjaan Pembangunan Intake Sungai Batang Merao pada Awalnya dilaksnakan tahun 2015, dan Pekerjaannya tidak Rampung, dan Kembali Pada Tahun angaran 2017 Kemabli Dilaksankan dengan Judul Kegiatan Pembangunan Air baku dan  intake  Pada  Pekerjaan Pembangunan intake dan jaringan Pipa Transmisi air  baku Batang Merao Sungai Penuh  ( Tuntas) dilokasi Yang sama, yang dilaksnakan oleh PT. Belimbing Sriwijaya, hal Yang sama Kembali Kembali terjadi Pekerjaan Juga tidak Rampung ( Tuntas ) dan sekarang ditahun anggaran 2018 sekarang Kembali Pihak BWSDA Sumatera VI Prov. Jambi Melaksanakan Pekerjaan nya, Yang dilaksanakan Oleh PT.Bahana Otoritas Persada.

Menurut Penuturan Saudara Nurzal. K. Ketua harian LSM RESPECT pada Media Ini, 07/08. Dikediamanya, Pekerjaan terlaksana Terkesan asal Jadi bahkan diduga sangat jauh menyimpang dari Renacana Mutu dan kontrak (RMK) terlihat dari teknis Pekerjaan yang tidak lagi Mengacu Pada spesifikasi teknis Pekerjaan Air baku, seperti Pekerjaan Bendungan, Pada Item pekerjaan ini terdapat pekerjaan  tembok  Penahan yang mengunakan Beton Mini file 20x 20 P= 3 dan 6 M, denagan kwalitas baik dan merupakan buatan pabrik. Dengan  Mutu beton mini pile K-300, dengan kondisi baik (tidak patah, retak, tidak keropos dan cacat bentuk) kenyataanya dalam pelaksanaan Nya, Beton Mini file dibuat secara Manual dilokasi Setempat dan Bukannya produk Pabrik, yang kondisinya sangat Buruk, retak, keropos dan cacat bentuknya, demikian juga dengan Pemasangan dan Pemamcangan beton file Mini Mutlak  harus mengunakan Tripot Mesin,akan tetapi Pemasangan dan Pemacangan yang dilaksnakan Mengunakan Ekskapator, sehingga banyak Permukaan Beton File Mini menjadi Rusak.

Sebenarnya Lemabaga kami sudah Melaporkan dan Menyurati, Kepada Kepala Balai Wilayah Sumber Daya Air,  (BWSDA) sumatera VI prov. Jambi, Bahak sudah Ditembuskan Kepada Meneteri Pekjerjaan Umudm dan Dirjen Nya akan tetapi sampai Sekarang, Kami tidak Mendapat respon Sama sekali, dan terkesan Pekerjaan Yang Buruk ini Dibiarkan begitu saja. Sehinga  menimbul Prediksi Negatif dan menduga kuat, apakah benar Selam Ini Proyek yang ada Dilingkup BWSDA Sumatera VI Prov.jambi, Rawan akan tindak Kejahatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan kami Sangat Berharap Kepada Pihak Penegak hukum yang ada Diprovinsi jambi agar dapat menjadi Perhatian Permasalan Proyek Pembangunan Air Baku dan  Intake  sungai Batang merao Kota sungai Penuh ini, dan Memangil Pihak-Pihak yang terlibat dalam Pelaksanaanya, Guna untuk diproses Sebagai mana Hukum Yang berlaku. 

Ditamabahkannya , dengan Tidak adanya Respon Dari Pihak Balai Wilayah Sumber Daya Air (BWSDA) sumatera VI Prov.Jambi. Kami Berencana Akan mengadakan Aksi dan lanjut Kekemeterian dan Membuat Laporan Ke komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijakarta. Karena ini Dana APBN.tegasnya.(doni Antonius)  

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita