Normalisasi Sungai Tayek Nek, Warga Minta Sawah dan Jalan Dibersihkan Dari Tanah dan Lumpur Dampak Dari Pengerukan

indonesiasatu, 15 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KERINCI - Proyek normalisasi sungai tayek nek berlokasi di perbatasan desa Tanjung Pauh Mudik dengan desa Punai Merindu kecamatan Keliling Danau kabupaten Kerinci menuai kontra dan polemik diberbagai kalangan, khususnya warga desa Tanjung Pauh Mudik dan Desa Punai Merindu, pasalnya hingga saat ini belum jelas kontraktor mana pemenang paket PL tersebut, dari tidak ditemukan papan nama proyek hingga hasil dari pekerjaan tersebut dinilai asal jadi dan tidak ramah lingkungan. Hal tersebut diketahui dari hasil pekerjaaan terlihat sawah warga yang tertimbun hingga lebar 1,5 meter oleh lumpur dan tanah hasil dari pengerukan. 

Selain sawah warga, dampak dari pekerjaan tersebut juga membuat badan jalan tertimbun hingga lebih dari 1 meter, hal tersebut jelas merugikan warga setempat, dikarenakan jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk mengangkut hasil panen.

" Ini jelas merugikan warga, sawah warga menjadi kecil begitu juga jalan yang tertimbun oleh tanah, memperbaiki yang satu dan merusak yang lain itu jelas diluar aturan, kontraktor dan pemilik pekerjaan harus bertanggung jawab" Ungkap Budi warga setempat.

Menanggapi permasalahan tersebut membuat Afrizal aktifis senior meradang, kepada awak media dirinya mengatakan seharusnya pihak PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) Kerinci berkoordinasi dengan warga setempat, agar semuanya sinkron dan tidak merugikan warga, karena menurutnya lagi Dinas PUPR Kerinci terutama bidang SDA terlalu banyak permasalahan dalam serapan anggaran.

" Pekerjaan tersebut terkesan mendadak dan tergesa - gesa, karena saat ini akhir tahun sehingga mutu dan kualitas tidak lagi jadi acuan" Ungkap Afrizal.

Dan parahnya lagi menurut Afrizal adalah pekerjaan tersebut diduga kuat lemahnya pengawasan dari pihak dinas PUPR bidang SDA, sehingga membuka celah bagi kontraktor nakal untuk mengabaikan gambar kerja, selain itu papan nama proyek tidak dipasang, hal tersebut adalah salah satu indikasi untuk mengelabui warga, hasilnya warga komplain dan minta agar pihak terkait bertanggung jawab.

" Dengan tidak dipasangnya papan nama proyek, jelas ada indikasi mengelabui warga karena normalisasi sungai tersebut adalah pengalihan dan bukan tujuan utama dari proyek yang ada di desa Punai Merindu" Terangnya.

Anehnya lagi, selama pekerjaan berlangsung awak media ini tidak menemukan adanya pengawas dari PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) baik itu PPK maupun PPTK yang berada di lokasi pekerjaan, sehingga normalisasi sungai Tayek Nek disebut - sebut tidak memenuhi spesifikasi teknis, dan pekerjaannya pun hitungan hari, karena terkesan mendadak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PUPR Kerinci bidang SDA maupun pihak rekanan belum dapat dikonfirmasi.(sony)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu