Kepala Sekolah SMP N 13 Kota Sungai Penuh Lari Tungang Langgang, Diduga salahgunakan Dana DAK. 2018

INDONESIASATU.CO.ID:

SUNGAIPENUH - Alokasi Dana Khusus bidang pendidikan Kota Sungai Penuh, Tahun Anggaran 2018, ditengarai rawan bermasalah serta Menyimpang dari petunjuk teknisnya, pasalnya di salah satu sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMP N) 13 Kota sungai penuh. dalam melaksanakan Pekerjaan pembangunan Ruang guru /Kelas Belajar.terkesan sengaja ditutupi dan tidak ada sama sekali terpasang papan informasi tentang kegiatan yang sedang dilaksanakanya.

Saat media ini 25/09, mendatangi sekolah menengah pertama yang  mendapatkan kucuran dana Alokasi Khusus ini, disambut oleh salah seorang guru honorer yang berlagak seperti pengawas dengan melemparkan pertanyaan, dengan nada bicara sumbang, mengatakan kepada kami, "bapak dari mana, kamipun,  seraya menjawab pertanyaan tersebut, kami dari media, dan kami pun kembali bertanya, mana buku tamu, dan mengapa tidak ada terpasang papan informasi, tentang adanya kegiatan ini. Sang guru honorer pun menjawab, ada, tapi hilang dicabut orang dalihnya. 

Usai mengisi buku tamu, kami langsung menuju para pekerja yang sedang melaksanakan bangunan ruangan sekolah tersebut, dalam pantauan, media ini, terlihat, pekerjaan pondasi bangunan kebanyakan mengunakan Batu kapur, bukan nya batu kali sebagi mana teknis, matrial yang layak untuk digunakan, diKhawatir kan mutu serta kwaliatasnya menjadi buruk, apa lagi lokasi pembangunan gedung tersebut diatas tanah rawa, dan ada lagi salah satu bangunan lainya, yang berada tepat disamping sekolah, terdapat bangunan WC yang juga baru dikerjakan, pondasi dan slof bawah, akan tetapi sudah mulai mengalami penurunan terlihat pada bahagian samping kiri bangunan tersebut, padahal pekerjaan dinding dan atap Belum lah dikerjakan lantas bagaimanakah nanti jika Pekerjaan ini rampung. 

Disaat itu, terlihat si guru honor SMP N 13 kota sungai penuh, Sibuk menelepon dengan Hanponya, entah siapa yang ditelfnya, tak berlangsung datang seseorang berpakaian negeri sipil, yang katanya sang Kepala sekolah tersebut, melihat kedatangan sang kepala sekolah kampun berniat untuk menemuiya, akan tetapi, Dia si kepala sekolah berusaha menghindar dan lari.. Keluar lokasi sekolah,.sehingga menimbulkan pertanyaan besar terhadap Pelaksnaan Dana Alokasi Khusus yang sedang dilaksnakan ini. Ada apa gerangan. 

Berdasarkan informasi dari warga setempat yang engan disebutkan namanya, kepada media ini, SMP N 13 kata sungai penuh, setelah dibangun lama tidak bisa digunakan karena ada masalah tanah dengan warga. Dan sekarang sudah aktif, dengan jumlah siswa kelas 1, 2 dan tiga yang  hanya hitungan jarilah, lantas siapakah ketua pelaksana pembangunan sekolah (P2S) yang telah dibentuk kepala sekolah, jika jumlah siswa tidak seberapa dan bagai manakah bisa sekolah tersebut mendapat kucuran dana Dana Alokasi Khusus, apakah sudah terpenuhi persyaratanya.

Ditambahkan warga setempat, pembangunan  sekolah ini, sangat perlu dipantau oleh semua pihak, karena Pembangunannya asal jadi, kepala sekolahnya pun, kurang beradaptasi dengan masyarakat setempat, apakah Dinas pendidikan dalam mengangkat nya sebagai kepala sekolah sudah memenuhi persyaratan kita kan tidak tahu akan tetapi itu buktinya ketemu wartawan saja lari.

"Dan kami berharap kepada dinas pendidikan kota sungai penuh, dalam menetapkan seseorang untuk menjadi pemimpin carilah orang yang benar ahli dibidangnya, jangan karena ada rasa kedekatan dengan seorang petinggi justru dengan mudanya menunjunya untuk menjadi pemimpin, ingat ini dunia pendidikan, yang merupakan sebuah instansi yang Fital untuk kemajuan anak-anak bangsa, khususnya Kota sungai penuh, tegasnya (Doni antonius

 

  • Whatsapp

Index Berita