Investasi Pembangunan Pasar Angso Duo Membengkak

INDONESIASATU.CO.ID:NILAI investasi pembangunan Pasar Angso Duo Modern yang dipercayakan kepada PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) membengkak menjadi Rp176,6 miliar, atau bertambah sekitar Rp20 miliar dari nilai kontrak yang disepakati Pemerintah Provinsi Jambi 2015 silam. Membengkaknya nilai investasi tersebut dituangkan pihak PT EBN dalam acara penandatanganan Adendum Kontrak Kerjasama Bangun Guna Serah Pasar Angso Duo Modern oleh Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar dan pimpinan PT EBN Nur Jatmiko, yang dilangsungkan di Kabupaten Bungo, Jambi, Kamis belum lama ini. Fachrori mengatakan, adendum diperlukan karena ada yang perlu diubah selama proses pembangunan tidak sesuai dengan perjanjian awal. Seperti kaitannya dengan waktu pengerjaan yang sudah molor hampir tiga tahun, adanya inflasi, serta ada perubahan beberapa bangunan dan penambahan bangunan. “Pembangunan Pasar Modern Angso Duo sudah mencapai 98 persen, hingga kini masih dalam pencapaian target pembangunan. Selain ada pekerjaan yang belum beres, juga akan ada kajian yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi," sambung Fachrori Lebih lanjut Fachrori menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi dan PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) akan melakukan adendum pemindahan pedagang, yang akan dilakukan bertahap dalam waktu dekat. Sebelumnya, Asisten II Sekda Provinsi Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Agus Sunaryo menjelaskan, adendum antara pihak pertama Pemrov Jambi dan pihak kedua PT Eraguna Bumi Nusa sepakat untuk melakukan perubahan dan penambahan klausul perjanjian kerja sama nomor 06/PK-GUB/PU/2014 dan nomor 008/VI/EBN/PKS/2014 tanggal 9 Juni 2014 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Angso Duo Baru dengan pola Bangun Guna Serah. Isi adendum lainnya antara lain, PT EBN membayar seluruh denda keterlambatan yang telah dihitung Dinas PUPR Provinsi Jambi. Pengelolaan Pasar Angso Duo Baru disesuaikan dengan HGB yaitu selama 20 tahun. Dalam jangka waktu pengoperasian, hasil Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna harus digunakan langsung untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah pusat/daerah paling sedikit 10 persen. Penghitungan ulang terhadap nilai kontribusi diserahkan kepada Bekeuda (Badan Keuangan Daerah) Provinsi Jambi. Pendapatan parkir selama izin pengelolaan dibagi ke Pemrov jambi sebanyak 20 persen. Pihak PT EBN meminta besarnya biaya pembangunan yang semula Rp146,1 miliar menjadi Rp176,6 miliar. Pembangunan Pasar Angso Duo Baru palaing lama bulan Januari tahun 2019 telah mencapai 100 persen. Agar dilakukan penyerahan pengelolaan Block (A,B,C) yang sudah selesai ke PT EBN. Pasal 41 direvisi ,pengelolaan pakir oleh PT EBN dengan pembagian hasil parkir 60 persen untuk PT EBN, 20 persen untuk Pemerintah Provinsi Jambi, dan 20 persen untuk Pemerintah Kota Jambi setelah dikurang biaya operasional. Turut menyaksikan acara tersebut antara lain perwakilan dari Biro Pembangunan dan Kerjasama Setda Provinsi Jambi, Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Jambi Riko Febrianto, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Johansyah, Kadis Perindag Provinsi Jambi, Ariansyah. (JUP)
  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita