Ceramah Kapolda Sulsel Getarkan Ratusan Personel Polres Jeneponto

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Kunjungan Kerja (Kunker) Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Umar Septono, SH.,MH bersama rombongannya ke Mapolres Jeneponto selain silaturahmi juga memberikan siraman-siraman ke agamaan bagaimana menjadi Polisi yang baik.

Kedatangan Jenderal berbintang dua disambut hangat oleh Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto, S.ik beserta seluruh jajaran Personel Polres Jeneponto dan Para pengurus Bhayangkari Cab Polres Jeneponto, di Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu. Rabu (13/06/2018) sekitar pukul 13.40 Wita

Tak hanya itu, disela-sela kunjungan Kapolda Sulsel juga dihadiri oleh Forkopimda Jeneponto yakni, Danyon 726 Letkol Prasetyo Ari Wibowo, Dandim 1425 Jeneponto, diwakili Kasdim Mayor Inf. Kamaluddin Samad, dan Ketua MUI Jeneponto K.H Jumatang Rate, Kasat Pol PP dan Damkar Aspa Muji, S.ip.,M.Si, Ketua Panwaslu Jeneponto Saiful, SH, Komisioner KPUD Jeneponto Syamsuddin, S.Pdi, serta para jajaran Polsek Polres Jeneponto.  

Kapolda Sulsel lebih awal menuturkan rasa permohonan maafnya kepada hadirin, dimana sebelumnya beliau satu bulan yang lalu sudah menjadwalkan berkunjung ke Mapolres Jeneponto namun rencana itu tertunda karena manusia hanya bisa merencanakan namun Tuhanlah yang menentukan semua, ucapa Umar di Aula Lantai 2 Mapolres Jeneponto

"Menurutnya beberapa minggu lalu setelah dari Luwu kemudian mengunjungi kembali beberapa jajaran Polres, hingga tadi padi melihat tidak ada jadwalnya yang tersisa dua Polres yang belum dia kunjungi akhirnya lansung berangkat tanpa ditunda-tunda lagi," katanya

Saat menyampaikan arahannya Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Umar Septono, SH.,MH, memperkenalkan diri kalau Beliau lahir di Purbalingga Bayu Mas, yang tidak lain satu kampung dengan pahlawan Panglima besar Jenderal Sudirman. Yang kemudian Umar mendapat amanah dari tanah manusia menjadi Kapolda Sulsel mulai bulan november kemarin,

Ia mengatakan bahwa amanah yang dititipkan itu sungguh menakutkan, karena beliau kebetulan bernama Umar sehingga bagaimana menerima amanah tersebut seperti dengan cara kepemimpinan syaidina Umar Bin Khattab, saat diberikan amanah itu Umar dalam ketakutan dan kalau perlu ditolak kalau ada yang lain bisa menggantikannya.

Umar Septono memeparkan tentang amanah yang di ambang selama ini cukup menakutkan bagi dirinya, sebagaimana amanah tersebut saat Umar Bin Khattab dititipkan amanah itu.

"Sehingga amanah yang saya ambang sekarang setiap hari dalam ketakutan, bagaimana menjalankan amanah ini," karena amanah itu berat dan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT," katanya

Lanjut Umar katakan berangkat dari situ kami mencoba karena makassar tidak jauh bedah dengan NTB. Bagaimana menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, dengan melakukan pendekatan-pendekatan agama. Sambungnya

"Bahwa Polisi yang baik adalah polisi yang identik memakmurkan mesjid-mesjid Allah, itu kata kuncinya. Jadi kalau TNI, Polri baik dimata rakyat bersiap-siaplah bagaimana dengan ibadahnya, tentunya shalat lima waktu dimesjid." Jelas Umar

Karena kita tahu kenapa kita diciptakan di dunia ini, sebagaiman kata Allah "tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan beribadah kepada-Ku" yang dituntut disini adalah shalat lima waktu, maka perbaiki shalatmu, apabila baik shalatnya, baik pula amalannya.

Selain itu, Allah SWT menerangkan bahwa terdapat suri tauladan pada diri Rasulullah, maka contoilah Rasulullah, tak usah jauh-jauh, dan tak usah mencari yang lain-lain, maka jaminannya, siapa yang mencintai Rasulullah dan mengikuti sunnah-sunnah-Nya, maka akan bersama-sama dengan Rasulullah masuk kedalam Syurganya nanti, amiin, Pungkasnya.


Editor : Samsir

Index Berita