Cek..! Pencemaran Di Sungai Batanghari

INDONESIASATU.CO.ID:

JAMBI - Khawatir adanya pencemaran dari zat berbahaya, Sekda Provinsi Jambi M Dianto memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk memeriksa kualitas air Sungai Batanghari yang lebih satu dasawarsa tidak pernah bening lagi. Masih dalam suasana peringatan Hari Air Dunia ke-26, Dianto mengaku prihatin, kondisi sungai terpanjang di Sumatera tersebut -- lebih kurang 800 kilometer – semakin tercemar oleh berbagai polutan, baik dari limbah industri, sampah rumah tangga. Namun yang paling ditakutkannya adalah pencemaran logam berat akibat penggunaan air raksa dari kegiatan penambang emas tanpa izin yang masih terjadi di hulu Sungai Batanghari.

"Saya lihat ada masyarakat yang buang sampah ke sungai pakai kantong plastik, setelah itu ada lagi yang ikut buang sampah. Termasuk limbah dari aktivitas tambang emas ilegal,” papar Sekda.

Dimintanya, hasil pemeriksaan sampel air yang diambil di beberapa lokasi tersebut secara transparan diberitahukan kepada masyarakat. Sekda sangat mengharapkan kesadaran dari berbagai pihak swasta maupun masyarakat secara bersama menjaga kualitas air Sungai Batanghari mulai dari hulu hingga hilir dari pencemaran, termasuk menjaga kelestarian lingkungan hutan di wilayah huluk yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Senada dengan Dianto, Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR Mochammad Mazid berharap melalui momentum Hari Air Dunia ke-26, masyarakat Jambi semakin sadar dan menumbuhkan kepedulian menjaga ketersediaan air di muka bumi, terutama dengan menjaga kualitas air sungai di sekitar mereka.

"Pemasalahan air tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembangunan bendungan, instalasi pengolahan air limbah, atau normalisasi sungai dan sebagainya. Yang paling penting adalah adanya partisipasi masyarakat, akademisi, swasta, untuk menjaga dan melestarikan alam sehingga segala permasalahan air dapat dikendalikan,” kata Mazid. Dirjen Irigasi dan Rawa menganggap pentingnya melakukan kegiatan aksi nyata secara serentak di 34 provinsi bersama dengan para pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat, akademisi, perguruan tinggi, pelajar, asosiasi provinsi, komunitas peduli sungai atau danau, serta pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada kelestarian air. (permato)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita