APBD Ta 2017 Yang Difokuskan Ke Dua Kecamatan Dianggap Kurang Optimal

INDONESIASATU.CO.ID:

TANJABTIM - APBD Ta 2017 ini, Kecamatan Sadu dan Kecamatan Mendahara mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar dari kecamatan lainnya. Perbandingannya 60:40, dengan pembagian seperti itu, tentunya yang diharapkan bahwa pembagunan di dua kecamatan itu pastinya lebih baik dari kecamatan lainnya. Namun, banyak kalangan masyarakat yang menilai, bahwa pembangunan di Kecamatan Sadu dan Mendahara, tidak terlihat signifikan pembangunan infrastrukturnya. Apalagi akses jalan utama di dua kecamatan tersebut, masih jauh dari kata layak.


Arie Suriyanto, Pemerhati Kebijakan Publik Tanjabtim, Kepada Minggu (17/12/2017), menurutnya, Niat Bupati Tanjabtim untuk memfokuskan APBD Ta 2017 di dua kecamatan tersebut merupakan salah satu program yang bagus, yang mana harapan dari Bupati agar pembangunan infrastruktur di dua kecamatan itu semakin membaik. Tetapi, Dinas PUPR Tanjabtim, yang menjadi ujung tombak untuk merealisasikannya, dinilai kurang maksimal.


"Niat Bupati itu bagus, tapi Dinas PUPR nya kurang maksimal mengimplementasikannya," Ucapnya


Bukannya tanpa alasan Arie mengatakan Dinas PUPR Tanjabtim kurang maksimal dalam merealisasikan niat Bupati, karena infrastruktur jalan di dua kecamatan tersebut masih banyak yang hancur.


"Kita bisa melihat sendiri bagaimana kondisi infrastruktur jalan di dua kecamatan tersebut, masyarakat disana masih banyak yang mengeluh dengan keadaan itu. Padahal, APBD Ta 2017 ini dua kecamatan itu mendapatkan porsi lebih banyak dari kecamatan lainnya," Ucapnya lagi


Dengan keadaan seperti itu, Arie menilai bahwa Dinas PUPR tidak mampu menjalankan amanah yang diperintahkan oleh pimpinan.


"Saya menilai bahwa Dinas PUPR tidak mampu mengemban amanah yang diberikan oleh kepala daerah. Seharusnya semua yang terkait dengan masalah ini harus punya rasa malu, karena gagal menjalankan tugas," Tukasnya


Terpisah, Wakil Ketua DPRD Tanjabtim, Markaban, melalui via telphone, membenarkan, Bahwa pembangunan infrastruktur di dua kecamatan itu masih kurang maksimal. Alasannya karena, anggaran di tanjabtim mengalami defisit. 


"Sebenarnya niat bupati itu akan berjalan optimal jika anggarannya tersedia. Namun karena mengalami defisit, jadi niat dari bupati itu tidak berjalan dengan maksimal," Ungkapnya


Menanggapi hal tersebut, Helmi Agustinius, Camat Sadu, mengatakan, Kecamatan Sadu berbeda dari kecamatan lainnya, karena menurutnya, untuk membangun infrastruktur di Sadu membutuhkan cost anggaran yang lebih besar.


"Kondisi Kecamatan Sadu agak berbeda dengan Kecamatan lainnya, karena kondisi lahan di Kecamatan Sadu sangat labil. Jadi untuk membangun jalan tidak bisa lagi dengan aspal, harus dengan rigit beton. Untuk kedepannya saya berharap untuk pembangunan jalan harus rigit beton," Ucapnya


Selain itu, Helmi mengucapkan terima kasih kepada Pemda Tanjabtim, yang mana pada tahun ini (2017,red), Kecamatan Sadu menjadi prioritas.


"Terima kasih atas perhatian pemda dengan menetapkan dua kecamatan setiap tahunnya sebagai prioritas pembangunan. Tahun ini Kecamatan Sadu dan Kecamatan Mendahara yang mendapatkan giliran. Untuk di Kecamatan Sadu, pembangunan tersebar di berbagai bidang. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur," Ungkapnya


Pendapat lain dari Syawaluddin, Kades Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, mengatakan, Pada tahun 2017 Desa Sungai Cemara tidak tersentuh pembangunan melalui prioritas fokus APBD Ta 2017, hanya dari dana ADD dan DD yang didapatkan untuk pembangunan yang Ada. 


"Untuk tahun ini Desa Sungai Cemara tidak tersentuh pembangunan apapun. Pembangunan yang ada saat ini, hanya melalui dari dana ADD dan DD," Jelasnya

Terpisah, Abdul Rojak, Camat Mendahara, mengatakan, masih banyak pembangunan infrastruktur di wilayahnya belum mendapatkan pembangunan.

"Masih banyak yang belum mendapatkan pembangunan. Beberapa contohnya, akses jalan penghubung antar desa, listrik dan air bersih. Semua itu menjadi prioritas masyarakat kami," Ucapnya


Untuk meminta tanggapan terkait hal ini, WARTAUAMBI.COM mencoba menghubungi Yan Rizal, Kadis PUPR Tanjabtim. Namun sayangnya, pesan whatsapp tidak dibalas (WJT) 

Index Berita