Air Keruh Pelanggan Mengeluh, Pelayanan PDAM Tirta Sakti Di pertanyakan

soniyoner, 25 Aug 2019,
Share w.App T.Me

KERINCI - Lagi, Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sakti Cabang Tanjung Pauh Kecamatan Keliling Danau Kaupaten Kerinci Propinsi Jambi dipertanyakan, bagaimana tidak, pasokan air yang mengalir ke rumah warga keruh kecoklatan dan hampir tidak layak untuk dikonsumsi. Anehnya lagi kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama yakni dari bulan mei 2019 dan terkesan dibiarkan oleh pihak PDAM Tirta Sakti cabang Tanjung pauh.

Seperti yang di ungkapkan salah seorang sumber sekaligus konsumen kepada indonesiasatu.co.id beberapa waktu lalu.

" Ini airnya dari mana? sangat Keruh kecokletan sejak sebelum bulan puasa kemarin dan itu pun airnya kurang masuk"Jelasnya.

Dan lanjutnya lagi pasokan air tidak setimpal dengan sewa perbulan dikarenakan airnya sering mandek dan tidak mengalir hingga dua minggu.

" Tetangga saya sudah dua Minggu airnya tidak masuk, sewanya sampai Rp.70.000 perbulan sedangkan airnya tidak full masuk" tegasnya.

Andi Triputra selaku dirut PDAM Tirta sakti saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di ruang kerjanya membenarkan keluhan konsumen tersebut, ia menjelaskan musim kemarau dan bocornya pipa penyebab utama air keruh dan sekarang masih dalam perbaikan.

" Musim kemarau sehingga debit air berkurang dan bocornya pipa di titik tertentu menyebabkan keruhnya air yang mengalir kerumah warga dan sekarang masih tahap perbaikan" Jelasnya.

Salah satu langkah PDAM kata Andi dengan mendatangkan mesin pompa distribusi yang baru dengan kapasitas lebih tinggi yang akan bisa mengalirkan air secara lancar dan jernih ke rumah warga dari Koto Petai (sumber air.red) hingga ke sembilan desa tanjung pauh, dan akan siap beroperasi paling lambat september ini.

Selain itu Andi juga Menjelaskan upaya yang dilakukan pihak PDAM sementara ini adalah dengan membeli air dari PDAM tirta khayangan Sungai Penuh demi memenuhi kebutuhan warga di sembilan desa tanjung pauh, walaupun dia mengakui pihaknya merugi hingga belasan juta perbulan karena pembelian air tidak sesuai dengan pemasukan.

" Kami beli air ke PDAM Tirta Khayangan seharga Rp.30 juta perbulan, sedangkan pemasukan kami dari sembilan Desa Tanjung Pauh sebesar lebih kurang Rp.9 juta" Jelasnya.

 

 

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu